Warm calling dan cold calling, dua teknik ini merupakan dua teknik yang berbeda. Salah satu perbedaan yang cukup mencolok yaitu pada warm calling, agent menghubungi calon pelanggan yang sudah mengetahui detail produknya sedangkan pada cold calling yaitu agent menghubungi calon pelanggan secara random tanpa mengetahui background dari si calon pelanggan. Perbedaan tersebut merupakan hal yang umum, namun ternyata ada perbedaan yang lain dari kedua teknik ini. Apa saja? Berikut perbedaan antara warm calling dan cold calling:

#1 Kontak

Pada teknik cold calling, calon pelanggan tidak tahu apa-apa tentang perusahan, produk atau jasa yang Anda tawarkan. Berbeda dengan warm calling, agent dan perusahaan sudah mengetahui identitas dari calon pelanggan dan sudah disimpan kontaknya.

#2 Tingkat Kesulitan

Sebagian besar perusahaan pemasaran menganggap warm calling lebih mudah dilakukan daripada cold calling. Mengapa? Calon pelanggan sudah mengetahui detail dari penawaran yang telah ditawarkan padanya. Sementara itu pada cold calling, agent harus menjelaskan detail dan keunggulan produk atau jasa kepada calon pelanggan dan berusaha ekstra untuk meyakinkan mereka bahwa produk atau jasa tersebut cocok untuknya.

#3 Peluang Penyesuaian

Warm calling menggunakan skrip yang sangat dapat disesuaikan karena agent dan perusahaan telah memiliki informasi yang dibutuhkan tentang calon pelanggan. Sementara pada cold calling, skrip biasanya lebih umum.

#4 Kualitas Pelanggan

Pada warm calling, agent dapat menargetkan calon pelanggan yang berkualitas tinggi karena mereka sudah tertarik dengan produk atau jasa yang telah Anda tawarkan. Sementara pada cold calling, memungkinkan Anda untuk menentukan kualitas dari seorang calon pelanggan melalui percakapan agent dan calon pelanggan.

#5 Info Demografis

Cold calling biasanya dikembangkan dengan menggunakan informasi demografis, sehingga agent mungkin saja tahu bahwa orang yang mereka hubungi adalah usia yang tepat atau memiliki bisnis yang tepat, tetapi hanya itu saja. Sedangkan pada warm calling lebih mudah didapatkan karena info demografisnya lebih jelas dan lebih lengkap. Cocok untuk menggaet calon pelanggan yang berpotensi menjadi pembeli.

#6 Waktu

Cold calling cukup memakan waktu. Mengapa? Karena Anda perlu melakukan banyak panggilan untuk membuat sebuah janji bersama calon pelanggan. Cara ini juga akan menghasilkan tingkat persentase yang tinggi. Bahkan jika Anda melakukan janji dengan calon pelanggan, tidak ada jaminan bahwa calon pelanggan akan datang. Namun, cold calling bisa dilakukan secara cepat jika Anda melakukan riset terlebih dahulu dan baru lah melakukan panggilan telepon. Membangun koneksi dalam warm calling juga membutuhkan waktu.

Warm calling jauh lebih mudah diterapkan ketika melakukan janji daripada cold calling. Kontak atau koneksi agent dengan calon pelanggan sebelumnya telah memiliki sedikit kepercayaan di antara keduanya. Maka dari itu, calon pelanggan akan lebih bersedia dalam mengorbankan waktunya untuk mendengar apa yang ingin Anda katakan.

Teknik warm calling lebih banyak dijadikan tujuan oleh tenaga marketing karena mereka menilai ini merupakan cara yang cukup produktif dan kecil resiko terjadinya penolakan daripada teknik pada cold calling yang tentunya membuat jauh lebih menyenangkan.

Jika agent dan perusahaan Anda ingin menerapkan strategi cold calling, disarankan untuk melakukan riset sebanyak-banyaknya sebelum menghubungi calon pelanggan. Hal ini akan menunjukkan kepada calon pelanggan bahwa walaupun agent tidak melakukan kontak sebelumnya, setidaknya Anda melakukan cukup banyak pekerjaan untuk memahami produk atau layanan Anda bisa cocok bagi calon pelanggan.