Key Performance Indicator: Definisi dan Cara Membuatnya

Ripple10 | Jumat, 02 September 2022
Ket. foto: Ilustrasi - Key performance indicator. Shutterstock
Ket. foto: Ilustrasi - Key performance indicator. Shutterstock

Setiap bisnis, baik itu besar maupun kecil pasti mempunyai tujuan/goal yang ingin dicapai. Ada goal keseluruhan yang ingin dicapai, ada pula goal atau target yang perlu dicapai di setiap divisi.

Untuk mengukur apakah langkah yang ditempuh sudah relevan dengan goal yang ada maka suatu perusahaan/bisnis memerlukan KPI. KPI atau key performance indikator adalah indikator kunci untuk mengukur apakah suatu tindakan sudah sesuai dengan goal yang ingin dicapai atau belum.

Dalam bisnis, Anda perlu tahu bukan, apakah keputusan atau langkah yang diambil sudah sesuai dengan tujuan atau tidak. Nah, KPI berguna untuk mengetahui hal tersebut. Di artikel ini kita akan membahas tentang definisi, manfaat, serta bagaimana cara membuat KPI. Soal definisi sudah kita buat di awal, selanjutnya akan dibahas manfaat serta tips membuatnya. Jadi, simak terus artikel ini yah!

Manfaat KPI

Setelah mengetahui definisi dari KPI, selanjutnya penting untuk mengetahui apa manfaat dari penggunaan KPI. Secara singkat, KPI berguna untuk mengukur pencapaian dalam suatu bisnis, serta membantu untuk membuat keputusan yang tepat. Di bawah ini merupakan beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika menggunakan KPI. Berikut diantaranya:

#1 Mengukur Kemajuan

Bagaimana kita tahu jika apa yang kita lakukan relevan dengan tujuan yang ingin dicapai? Yap, salah satu caranya adalah dengan menggunakan KPI. KPI membantu untuk mengukur kesukesan dari suatu project atau goal. Baik tujuan keseluruhan dari suatu bisnis, hingga target project dalam suatu divisi.

Ketika suatu bisnis mengidentifikasi bahwa langkah yang sudah ditempuh selaras dengan, maka mereka berada dalam jalur yang benar. Sebaliknya, jika target KPI yang sudah ditentukan gagal dicapai, maka mungkin saja diperlukan suatu penyesuaian baru.

#2 Memberikan Gambaran tentang Bisnis Anda

Setiap divisi perlu menentukan KPI nya masing-masing. Baik itu tim sales, marketing, IT, HR, hingga Finance wajib punya target yang ingin dicapai beserta alat ukurnya. Fungsi KPI yang kedua adalah memberikan gambaran performa dari setiap divisi. Apakah sudah mencapai target yang ditentukan atau belum? Ini berguna untuk memberikan evaluasi di setiap divisi, dan memberikan bantuan informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan.

#3 Membuaat Penyesuaian

KPI juga berguna untuk membuat penyesuaian. Misalnya, jika Anda mempunyai target untuk meningkatkan follower akun sosial media instagram sebanyak 3000 secara organik dalam waktu satu bulan, namun tidak tercapai, mungkin saja ada yang salah dari proses penentuan KPI atau langkah Anda. Hal ini bisa menjadi evaluasi yang baik. Apakah perlu untuk mengubah strategi, atau tetap menggunakan yang lama.

#4 Meningkatkan Akuntabilitas

Akuntabilitas diperlukan untuk membantu Anda untuk mengambil keputusan dalam bisnis. Ketika langkah yang diambil tidak mencapai target, maka penting untuk mengakuinya, dan melakukan evaluasi. Akuntabilitas juga diperlukan untuk mendorong efektifitas pekerjaan seseorang atau masing-masing tim dalam divisi. Maksudnya, dengan mengetahui progress lewat KPI, seseorang akan tahu wilayah mana dari pekerjaannya yang sudah berhasil dan yang belum.

Cara Membuat KPI

Manfaat KPI telah dibahas di bagian sebelumnya. Diantaranya adalah mengukur kemajuan, memberikan gambaran tentang bisnis, mempermudah keputusan, hingga meningkatkan akuntabilitas. Sekarang akan dibahas tentang bagaimana cara membuat KPI yang baik. Berikut caranya.

#1 Tujuan

Ada banyak goal dalam sebuah proses bisnis. Maka dari itu penting untuk memilih apa tujuan yang ingin dicapai sebelum menentukan KPI. Cari tahulah apa yang ingin dicapai. Baik itu target dalam suatu divisi atau goal bisnis perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, dalam marketing, suatu goal bisa meningkatkan organic traffic dalam website, atau membangun awareness suatu brand.

#2 Sesuaikan dengan Overall Goal

KPI yang tidak relevan dengan overall goal adalah KPI yang percuma. Tentukanlah terlebih dahulu apa yang ingin Anda capai ketika menjalankan suatu bisnis. Setelah itu, baru tentukan sasaran-sasaran yang lebih kecil, beserta KPI nya. Itu adalah langkah membuat KPI yang kedua.

#3 Buat dengan metode SMART

SMART adalah singkatan dari specific, measurable, attainable, realistic, dan time-bound. Buatlah KPI dengan menggunakan format ini. Beberapa contohnya antara lain, “Meningkatkan follower instagram sebanyak 1000 secara organik dalam waktu satu bulan, atau “Meningkatkan penjualan sepatu merek A sebesar 20% selama 3 bulan.”

Itu adalah beberapa contoh KPI yang menggunakan metode SMART. Anda bisa menerapkan metode SMART ini kedalam target bisnis Anda. Nah itulah definisi, manfaat, cara membuat, contoh dari KPI. KPI merupakan hal yang penting untuk mengukur suatu project/goal dalam bisnis. Semoga informasi ini membantu yah.

Bagikan

Akselerasikan Bisnis Anda dengan Ivosights!

Saatnya membangun interaksi pelanggan yang lebih baik lagi untuk kemajuan bisnis Anda. Hubungi kami segera!

Silahkan pilih produk & layanan yang Anda inginkan (boleh lebih dari satu).
logo product checked ripple10
icon checked
logo product checked sociomile
icon checked
logo product checked sociomation
icon checked
logo product checked whatsapp business api
icon checked
logo product checked bpo
icon checked
logo product checked command center
icon checked
logo product checked comprehensive analytic
icon checked
Perhatian! Lengkapi semua data Anda.
Team kami akan segera menghubungi Anda.