Jakarta, 28 Oktober – “Kita membentuk bangunan, lalu bangunan membentuk kita.” Ucapan Winston Churchill pada 1943 itu terasa makin relevan hari ini. Bedanya, sekarang ada pihak ketiga yang ikut memegang pensil desain: kecerdasan buatan. Dari kegelisahan inilah BuildX 2026 lahir, mengajak para pelaku industri berhenti sejenak dan bertanya: bangunan seperti apa yang ingin kita wariskan?

Mengusung tema “Building Intelligence, Building Humanity”, BuildX 2026 digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026, di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan. Ivosights menyelenggarakan forum ini bersama Vastu Chatra Asia dan Imaginexis. Selama satu hari, BuildX menghubungkan arsitektur, rekayasa fasad, green building, budaya, dan AI lewat talks, diskusi panel, dan pameran. Bukan seminar konvensional, melainkan ruang untuk benar-benar bertukar gagasan.

Industri yang Bergerak Lebih Cepat dari Bangunannya

Dalam waktu yang lebih singkat dari perjalanan sebuah gedung dari konsep hingga serah terima, alat untuk merancang dan mengoperasikannya bisa berubah total. AI bergeser dari asisten menjadi agen, data yang dulu langka kini membanjir, dan budaya yang dulu diwariskan kini diperdebatkan. Masalahnya, lebih cepat tidak otomatis lebih baik. Pilihan makin banyak, tapi keyakinan makin tipis. Data makin melimpah, tapi kejelasan makin kabur. Otomasi makin canggih, tapi ingatan lokal makin terlupakan. Di tengah tekanan iklim, regulasi, dan margin, cara kerja lama juga makin mahal untuk dipertahankan. BuildX hadir untuk mengubah percepatan itu menjadi arah.

Karena itu BuildX melihat setiap proyek lewat tiga lensa. Construction bertanya, “Can it perform?” Culture bertanya, “Does it belong?” Intelligence bertanya, “Can it learn?” Irisan ketiganya adalah bangunan yang lebih andal, lebih bermakna, dan lebih adaptif.

Dibuka dengan Arah dari Pemerintah

Arah percakapan dipertegas lewat dua keynote speech. Co-Founder Vastu Chatra Asia, Bagas D. Bawono, membawakan keynote pertama, disusul sambutan. Usai makan siang, giliran Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyampaikan keynote kedua. Dua sudut pandang ini, perumahan dan ekosistem digital, menggambarkan persimpangan yang ingin dijawab BuildX. Dua mitra platinum, Cordial dan Mega Komposit Indonesia, juga mendapat sesi khusus di panggung utama.

Featured Talk dan Panel yang Saling Menyambung

Rangkaian featured talk dibuka Ar. Yori Antar dengan “Living Heritage, Living Intelligence: Building the Future from Nusantara”, dipandu Bagas D. Bawono. Revianto Budi Santosa dari Universitas Islam Indonesia melanjutkan dengan “From Cultural Meaning to Design Decisions”, dimoderatori Ir. Fibra Reelianto.

Diskusi panel pertama, “Making Design Perform: Identity, Climate & Constructability”, mempertemukan Ir. Fibra Reelianto (Chairman PERAFI), Ar. Doti Windajani (Principal Quadratura Indonesia), dan Ar. Jatmika Adi Suryabrata (Senior Advisor Global Buildings Performance Network). Format relay talk pendek, panel, dan tanya jawab membuat isu identitas, iklim, dan kemudahan konstruksi dibahas tuntas dari tiga sisi.

Sesi sore makin dekat dengan dunia kami. CEO Ivosights, Elga Yulwardian, bersama Arianto Bigman membawakan featured talk “Listening Before Building: AI, Human Behaviour & Better Places”. Bagi Ivosights, yang sehari-hari bergelut dengan data dan sinyal publik, gagasan untuk “mendengar” perilaku manusia sebelum membangun adalah titik temu alami antara teknologi dan ruang hidup kita. Bangunan yang baik tidak cukup hanya kokoh dan efisien; ia juga perlu memahami orang-orang yang menghuninya.

Panel kedua, “Beyond Green Buildings: Regenerative Places, Living Cultures”, menghadirkan dialog antara Ar. Prasetyoadi (Founding Partner & MD PDW Architects) dan Prof. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika (Professor of Architecture UII). Kedua panel ini dipandu moderator Lenny Suwanto. Setelahnya, Ar. Adi Utomo Hatmoko (Chief Architect PT Global Rancang Selaras) membawakan “Intelligent Buildings, Human-Centred Spaces”. Sebagai penutup sesi, slot Global Perspective menghadirkan Citra Giofany, Regional Head Asia Mass Market Zoom, dengan “The Connected Project: Collaboration Platforms as Infrastructure”.

Supaya diskusi tidak berubah menjadi deretan presentasi korporat, setiap pembicara diminta membawa satu ide, satu bukti, satu ketegangan, dan satu takeaway yang bisa langsung diterapkan di proyek. Hasilnya, setiap sesi terasa seperti bab dalam satu cerita yang sama, bukan potongan yang berdiri sendiri.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize, foto bersama, dan after-hours networking, tempat percakapan dari panggung berlanjut menjadi kolaborasi di luar ruangan.

Enam Sisi Industri, Didukung Banyak Pihak

BuildX sengaja mempertemukan enam sisi industri dalam satu ruangan: developer dan pemilik aset, arsitek dan desainer, engineer dan kontraktor, penyedia teknologi dan material, akademisi dan pembuat kebijakan, serta investor dan pemimpin bisnis. Percakapan yang biasanya baru terjadi saat proyek berjalan, di sini terjadi lebih awal.

Forum ini didukung oleh HDII, IAI Jakarta, PAFI, PERKINDO, dan SAMA Indonesia. BuildX 2026 juga disponsori Mega Komposit dan Cordial Fursys sebagai mitra platinum, bersama PT Panca Karya Unggul Abadi (PKUA); ABJ x ERIHOME; PT Perusahaan Cat, Permis dan Kaleng Mataram; PT Aluminium Extrusion Indonesia (PT Alexindo); PT Satya Langgeng Sentosa (Quadra); PT Surya Multi Cemerlang (Titanium); PT Integriya Dekorindo (Kana); PT Fajar Lestari Sejati (Dekkson); PT Wahana Indah Selaras Eltraeska (Shanghai Mitsubishi Elevator); PT Indo Karya Anugerah (Ikaseal); PT Hafele Indotama (Hafele); PT Alucobon Far East Indonesia (Alucobon); Serge Ferrari; PT Dwi Unggul Abadi; CJ Trading; PT Jaya Teknik Indonesia; PT Marksindo Sukses Jaya.

Bayangkan sebuah gedung di Jakarta yang menyesuaikan peneduh fasadnya sebelum panas siang datang, karena model yang dilatih dengan data iklim bertahun-tahun memintanya begitu, sementara ornamennya tetap berbicara dalam bahasa yang dikenali warga sekitar sebagai rumah. Itulah arah yang ingin dituju BuildX: bukan memilih antara cepat atau bermakna, tapi mempertemukan orang-orang yang berani menuntut keduanya. Seperti semangat yang diusung sejak awal, “Build the conversation before we build the building.”

Tentang Ivosights

Ivosights adalah perusahaan berbasis teknologi informasi yang hadir memberikan layanan end to end solutions dalam pengelolaan dan peningkatan kepuasan pelanggan, serta memenangkan persaingan melalui teknologi digital. Ivosights merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang memiliki berbagai platform yang dimiliki & layanan komprehensif dalam membantu perusahaan meningkatkan manajemen keterlibatan pelanggan di berbagai titik sentuh pelanggan. Saat ini Ivosights memiliki produk dan layanan teknologi: Ripple10 (Digital Listening Tool), DeppRipple (Dark Web Intelligent) Smart Command Center Builder, Ivonesia BPO (BPO Contact Center), Contact Center Tech Enabler diantaranya Sociomile (Omni-channel Customer Care), Robocall (Smart AI Talk), SocioBot (Smart AI Chat), SIP Trunk Provider, Premium Number Provider, dan WhatsApp Business API (META Business Solution Provider) yang dapat digunakan terpisah maupun komprehensif. Layanan teknologi Ivosights dapat diperoleh dengan menghubungi team Ivosights melalui email: hello@ivosights.com atau telepon (+6221) 229-022-18, WhatsApp +62 881-0120-70537 atau datang langsung ke kantor Ivosights di Jl. Tebet Raya No. 62, RT02/RW04, Tebet Timur, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12820.