Buzzer marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook untuk mempromosikan produk atau layanan kepada audiens yang terhubung dengan buzzer. Buzzer biasanya memiliki jumlah pengikut yang besar di media sosial dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi tindakan atau keputusan pembelian audiensnya.

Buzzer dapat bekerja sama dengan perusahaan atau brand untuk mempromosikan produk atau layanan tersebut, atau dapat menggunakan teknik seperti menyediakan ulasan atau review yang jujur dan menyertakan tautan afiliasi sebagai cara untuk mendapatkan imbalan dari produk atau layanan yang mereka promosikan. Marketing buzzer dapat menjadi strategi yang efektif jika dilakukan dengan benar, tetapi harus diingat bahwa buzzer harus memberikan informasi yang jujur dan bermanfaat bagi audiensnya dan harus menghindari praktik yang tidak etis seperti bribing.

Apa Itu Bribing?

Bribing dalam buzzer marketing adalah suatu praktik yang tidak etis di mana seorang buzzer atau pemasar menawarkan imbalan kepada audiensnya untuk membeli atau menggunakan produk atau layanan yang mereka promosikan. Imbalan tersebut dapat berupa uang, barang, atau jasa.

Bribing merupakan praktik yang tidak etis karena tidak memberikan gambaran yang jujur dan tidak memberikan informasi yang cukup bagi audiens tentang produk atau layanan yang mereka promosikan. Praktik ini juga dapat menyesatkan audiens dan membuat mereka membuat keputusan yang salah tentang produk atau layanan tersebut.

Buzzer harus menghindari bribing dan fokus pada memberikan informasi yang jujur dan bermanfaat bagi audiensnya tentang produk atau layanan yang mereka promosikan. Sebagai alternatif, buzzer dapat menggunakan teknik seperti menyediakan ulasan atau review yang jujur dan menyertakan tautan afiliasi sebagai cara untuk mendapatkan imbalan dari produk atau layanan yang mereka promosikan.

Ciri-ciri Bribing, Catat Agar Tidak Terjadi!

Berikut adalah beberapa ciri-ciri bribing dalam buzzer marketing.

  1. Penawaran imbalan: Bribing biasanya dilakukan dengan menawarkan imbalan kepada audiens untuk membeli atau menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan. Imbalan tersebut dapat berupa uang, barang, atau jasa.
  2. Tidak memberikan informasi yang cukup: Bribing biasanya tidak memberikan informasi yang cukup bagi audiens tentang produk atau layanan yang ditawarkan, sehingga audiens tidak memiliki gambaran yang jujur tentang produk tersebut.
  3. Menyesatkan audiens: Bribing dapat menyesatkan audiens dan membuat mereka membuat keputusan yang salah tentang produk atau layanan yang ditawarkan.
  4. Menghindari pertanyaan atau kekhawatiran audiens: Bribing biasanya menghindari pertanyaan atau kekhawatiran audiens tentang produk atau layanan yang ditawarkan, sehingga audiens tidak dapat memperoleh informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang tepat.
  5. Menggunakan tekanan atau ancaman: Bribing juga dapat menggunakan tekanan atau ancaman untuk mempengaruhi keputusan pembelian audiens.

Apakah Giveaway Termasuk Bribing?

Giveaway adalah suatu kegiatan di mana perusahaan atau individu memberikan hadiah kepada pelanggan atau pengikutnya melalui media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Tujuan dari giveaway ini biasanya adalah untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan, meningkatkan brand awareness, atau untuk meningkatkan jumlah followers di media sosial. Giveaway biasanya dilakukan dengan cara mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau individu yang mengadakan giveaway tersebut.

Buzzer bribing adalah tindakan memberikan uang atau hadiah kepada seorang influencer atau buzzer dengan tujuan untuk mempengaruhi buzzer tersebut untuk mempromosikan suatu produk atau layanan melalui media sosial. Buzzer bribing merupakan tindakan yang tidak etis dan tidak terhormat, serta dapat merugikan orang lain atau perusahaan. Buzzer bribing juga dapat menjadi tindakan yang ilegal dan dapat mengakibatkan hukuman pidana bagi orang yang melakukannya.

Jadi, giveaway adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan atau meningkatkan brand awareness, sedangkan buzzer bribing adalah tindakan tidak etis yang dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi seorang influencer atau buzzer untuk mempromosikan suatu produk atau layanan dengan memberikan uang atau hadiah.

Ingin Mengetahui Bagaimana Opini Audience Terhadap Produk Anda?

Jika membutuhkan bantuan dalam tracking & monitoring percakapan digital  terkait produk Anda di dunia maya, Ivosights dapat membantu. Dengan dukungan teknologi dan informasi yang berkembang pesat di era digital seperti saat ini, Ivosights siap menghadirkan solusi end-to-end untuk mengelola dan meningkatkan kedekatan perusahaan Anda dengan pelanggan melalui layanan Ripple10.

Kami akan membantu Anda dalam melakukan tracking & monitoring percakapan digital dengan berbagai dukungan layanan Ripple10 yang berbasis keyword yang berasal dari sosial media, portal berita, blog, dan forum secara real-time untuk mengetahui bagaimana tanggapan publik maya tentang promosi produk Anda. Ripple10 dapat membantu Anda menjaga reputasi perusahaan atau brand dari isu negatif yang berpotensi viral hingga mengetahui aktivitas digital kompetior.